Header Desa — header.html
Berita

Mengungkap Asal Usul Desa Tritunggal dari Tiga Dusun yang Bersatu Menjadi Satu

16 December 2025

Mengungkap Asal Usul Desa Tritunggal dari Tiga Dusun yang Bersatu Menjadi Satu

Desa Tritunggal di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, merupakan desa yang memiliki sejarah panjang sebelum akhirnya menjadi satu kesatuan seperti sekarang. Berdasarkan catatan sejarah yang disusun Pemerintah Desa Tritunggal tahun 1985, wilayah yang kini terdiri dari Dusun Grogol, Dusun Beton, dan Dusun Tesan pada awalnya adalah tiga desa mandiri dengan pemerintahan masing-masing. Setiap dusun memiliki cerita asal-usul yang berbeda dan mencerminkan kondisi wilayah serta kehidupan masyarakat pada masa lampau.

Dusun Grogol pada masa awalnya merupakan hutan dan padang ilalang yang dihuni binatang buas, terutama harimau. Karena seringnya warga memasang perangkap bernama “grogolan”, wilayah tersebut akhirnya diberi nama Grogol sekitar tahun 1785. Berbeda dengan Grogol, Dusun Beton telah menjadi jalur perlintasan pedagang sejak masa kepemimpinan Mbah Leko. Banyak tokoh, termasuk Mpu Supo atau Kanjeng Sedayu—penyebar Islam di Pantura Jawa Timur—diceritakan sering melewati wilayah ini. Hal tersebut berpengaruh kuat terhadap karakter masyarakat Beton yang hingga kini dikenal sangat agamis dan berkembang dengan pesatnya usaha konveksi serta sablon.

Foto pendukung

Sementara itu, Dusun Tesan memiliki kisah yang tidak kalah unik. Dahulu daerah ini mengalami kekurangan air parah pada musim kemarau hingga suatu ketika seorang sesepuh menancapkan tongkat yang diperolehnya secara ghaib. Ketika tongkat itu dicabut, keluar tetesan air jernih yang tidak berhenti mengalir dan kini menjadi sumber air di sekitar Masjid Al-Amin. Peristiwa tersebut membuat wilayah ini dinamai “Tesan”, yang berasal dari kata “tetesan”. Ketiga dusun ini kemudian digabung pada tahun 1899 setelah adanya aturan Pemerintah Hindia Belanda yang mengharuskan sebuah desa memiliki minimal 150 orang gogolan. Karena tidak memenuhi syarat, para pemimpin setempat sepakat menyatukan wilayah mereka menjadi Desa Tritunggal, yang berarti tiga menjadi satu.

Seiring berjalannya waktu, Desa Tritunggal berkembang menjadi desa dengan sektor ekonomi yang dinamis. Meskipun pertanian tetap menjadi mata pencaharian utama sebagian warga, masyarakatnya juga mulai mengembangkan sektor industri dan perdagangan. Dusun Grogol menjadi pusat perdagangan besi tua dan limbah plastik, Dusun Beton berkembang sebagai sentra konveksi dan sablon hingga ditetapkan sebagai Desa Sentra Usaha Konveksi pada tahun 2006, sementara Dusun Tesan dikenal dengan usaha dagang daging sapi dan ayam potong yang memasok pasar tradisional di berbagai wilayah Lamongan. Perpaduan kekayaan sejarah dan perkembangan ekonomi ini menjadikan Desa Tritunggal sebagai desa yang terus tumbuh dan memiliki identitas kuat sebagai simbol persatuan dari tiga wilayah yang berbeda.

Ditulis oleh: Media Desa Tritunggal Babat

Footer - Desa Tritunggal WhatsApp