Kondisi Perekonomian Desa Tritunggal
Pertanian
Perekonomian Desa Tritunggal tergolong dinamis dan berkembang pesat. Sebagai daerah yang sektor pertaniannya mengandalkan irigasi tadah hujan, masyarakat Desa Tritunggal dipaksa untuk menciptakan peluang dan lapangan kerja baru. Ini dikarenakan, sektor pertanian dirasakan semakin tidak mencukupi tuntutan kebutuhan yang juga semakin besar.
Meski demikian penduduk Tritunggal, tidak meninggalkan begitu saja sektor pertanian sebagai mata pencaharian mereka. Ini dibuktikan terdapat 421 Kepala Keluarga yang juga berprofesi sebagai petani baik, pemilik penggarap, penyewa, ataupun penggarap saja. Luas areal Pertanian yang terdapat di Desa Tritunggal juga tergolong besar, yaitu kurang lebih 211 Ha.
Organisasi pertanian juga tumbuh dan berkembang dengan cukup bagus. Terdapat 3 (tiga) Kelompok Tani dan 1 (satu) Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) yang masing-masing adalah sebagai berikut:
1. Kelompok Tani TANI TUNGGAL Dusun Grogol
2. Kelompok Tani HARAPAN JAYA Dusun Beton
3. Kelompok Tani MEKAR SARI Dusun Tesan
Sedangkan GAPOKTAN Desa Tritunggal adalah GAPOKTAN TRIMANUNGGAL TANI dengan Ketua Saudara SUYANTO.
Dengan konsolidasi anggota yang bagus, serta intensitas kordinasi – konsultasi dengan UPT Pertanian dan Kehutanan Babat, pertanian Desa Tritunggal semakin maju, dengan produktifitas yang meningkat tiap tahunnya.
Industri dan Perdagangan
Sejak tahun 1980an, masyarakat Desa Tritunggal mencoba melepaskan diri dari ketergantungan hidup dari pertanian. Mereka membidik sektor industri dan perdagangan sebagai mata pencaharian tambahan. Sebagai Desa yang secara historis terbentuk dari gabungan 3 (tiga) desa dengan otonomi dan karakter masing-masing, masyarakat Tritunggal juga memiliki kekhasan dalam temuan dan pilihan pekerjaan selain pertanian.
Dusun Grogol, hingga saat ini, 65% keluarga penduduknya juga bekerja sebagai pedagang besi tua dan mesin-mesin bekas dan bisnis turunannya. Pilihan pekerjaan di bidang ini menyerap tenaga kerja yang luar biasa. Pengusaha-pengusaha banyak bermunculan. Juga banyak pengusaha besi tua Dusun Grogol yang membuka usahanya di luar daerah dan menggapai kesuksesan. Mereka (para pengusaha tersebut) merekrut warga dusun sebagai tenaga kerja dalam usahanya.
Bahkan di Dusun Grogol juga berdiri pabrik pengolahan limbah plastik menjadi biji plastik yang menyerap sekitar 125 orang karyawan dengan 70% di antaranya adalah perempuan dusun Grogol.
Dusun Beton, bisa jadi adalah dusun yang paling masyhur karena industri konveksi dan sablonnya. Hampir 75% penduduknya menggantungkan hidup mereka dari industri tersebut. Pengusaha konveksi dan sablon dalam skala besar, menengah, dan kecil eksis di sini hampir merata. Sehingga pada tahun 2006, secara resmi Desa Tritunggal ditetapkan oleh Bupati Lamongan (MASFUK, SH) sebagai Desa Sentra Usaha Konveksi.
Sedangkan Dusun Tesan, 50% penduduknya juga bekerja di sektor perdagangan yakni jual beli daging dan ayam potong. Inipun cukup berkembang, dengan cakupan pasaran hampir seluruh Kabupaten Lamongan. Terhitung pasar-pasar tradisional di sebagian besar Lamongan, terdapat pedagang daging yang berasal dari warga Tesan.